Memori di Balik Kabut Lawu: Perpisahan Keluarga SDN 2 Hargosari

Senin pagi, 16 Februari 2026, halaman SD Negeri 2 Hargosari menjadi saksi bisu keberangkatan rombongan yang diselimuti suasana penuh emosi. Hari itu bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah penghormatan bagi tiga pilar sekolah yang sangat berdedikasi: Pak Imam yang memasuki masa purna tugas, serta Pak Pujiarto (Guru PJOK) dan Pak Luqman Hakim (Guru Kelas) yang akan berpindah tugas ke tempat baru.

Tepat pukul 07.00 WIB, mobil pertama mulai meluncur meninggalkan Hargosari. Di dalam kabin, tawa kecil sesekali pecah untuk mencairkan suasana, meski ada rasa haru yang menggelayut di hati setiap penumpang. Sesuai rencana, perjalanan ini dilakukan secara beriringan. Di titik pertemuan Bulukerto, dua mobil lainnya telah bersiap menunggu. Setelah ketiga mobil berkumpul, iring-iringan itu pun mulai membelah jalanan menanjak menuju dataran tinggi yang sejuk.

Tujuan pertama mereka adalah The Lawu Park. Di bawah naungan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi, rombongan menikmati segarnya udara pegunungan yang menusuk tulang. Setelah puas mengabadikan momen dalam jepretan foto, perjalanan berlanjut ke Telaga Sarangan. Riak air telaga yang tenang seolah mencerminkan kedewasaan Pak Imam yang telah puluhan tahun mengabdi, sekaligus menjadi simbol semangat baru bagi Pak Puji dan Pak Luqman dalam menyongsong tugas di tempat yang berbeda.

Sore harinya, saat matahari mulai condong ke barat, rombongan singgah di sebuah rumah makan untuk melangsungkan acara inti. Suasana formal namun hangat menyelimuti ruangan saat Ibu Susna Ria Wati, selaku Kepala Sekolah, memberikan sambutan. Dengan suara yang sedikit bergetar, beliau melepas Pak Imam dengan penuh hormat. "Terima kasih, Pak Imam, atas dedikasi tanpa batasnya. Anda adalah teladan bagi kami semua. Dan untuk Pak Luqman serta Pak Puji, mutasi ini hanyalah perpindahan tempat pengabdian; ikatan persaudaraan kita di Hargosari tidak akan pernah putus," ucapnya tulus.

Menanggapi sambutan tersebut, Pak Luqman Hakim berdiri mewakili rekan-rekannya yang mutasi. Dengan tenang namun berwibawa, beliau menyampaikan salam perpisahan. "Terima kasih atas segala dukungan rekan-rekan selama ini. SDN 2 Hargosari adalah rumah kedua bagi kami. Mohon maaf atas segala khilaf, dan doakan kami agar tetap amanah di tempat yang baru," tuturnya, disambut anggukan haru dari seluruh sejawat.

Sebagai penutup, Pak Duwi maju untuk memimpin doa. Ruangan seketika menjadi hening, hanya menyisakan suara napas dan gemericik air di kejauhan. Dalam doanya, ia memohon keberkahan untuk masa purna tugas Pak Imam serta kemudahan jalan bagi Pak Puji dan Pak Luqman di tempat baru. Ia berharap agar silaturahmi mereka tetap abadi meski raga tak lagi di sekolah yang sama. Setelah doa diaminkan, rombongan pun bersiap pulang. Di Bulukerto, ketiga mobil perlahan saling membunyikan klakson dan melambaikan tangan—sebuah perpisahan sementara yang membawa kenangan abadi bagi keluarga besar SDN 2 Hargosari.

0 Komentar